Suatu hari, ada seorang pemuda yang asyik memancing di sungai. Rupanya, keberuntungan sedang berpihak kepadanya.
Baru sebentar memancing, ia sudah mendapatkan ikan mas yang besar. Tapi, alangkah kagetnya si pemuda saat ikan itu berbicara.
"Tolong, jangan makan aku. Aku bersedia menikah denganmu." ucap ikan itu.
Olala, tiba-tiba ikan itu berubah menjadi wanita yang cantik jelita. Ia seperti seorang putri. Pemuda itu pun merasa senang.
Sebelum menikah, putri jelmaan ikan mas itu memberi syarat kepada si pemuda.
"Apa syaratnya?" tanya si pemuda.
"Jangan sampai ada yang tahu, bahwa aku adalah seekor ikan," ucap putri jelmaan ikan mas itu.
Pemuda itu pun menyetujui syarat dari putri ikan mas. Mereka berdua menikah dan hidup bahagia.
Beberapa tahun setelah menikah, putri ikan mas melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Toba. Mereka berdua mendidik putra mereka dengan penuh kasih sayang. Namun sayang, anak itu tumbuh rnenjadi anak yang nakal. Ia selalu membuat ayahnya marah.
Suatu siang yang terik, sang ayah sedang bekerja di ladang. Putri ikan mas sudah memasak banyak makanan. Ia pun meminta anaknya untuk mengantar makanan itu ke ladang.
"Baiklah, Ibu.Aku akan mengantar makanan.” jawab sang anak.
Di tengah perjalanan, perut sang anak berbunyi keroncongan. Ia pun melirik ke rantang yang dibawanya.
"Ah, aku saja yang memakan makanan ini," ucap sang anak.
Olala, sang anak menghabiskan makanan untuk ayahnya tanpa sisa. Kemudian, ia mengantarkan rantang kosong itu ke ladang.
Di ladang, terlihat sang ayah kelelahan. Keringat mengucur di dahinya. Perutnya pun terasa kosong, karena seharian belum makan. Begitu sang anak datang, ia menyambut rantang yang dibawa oleh sang anak.
Tapi, alangkah marahnya sang ayah ketika melihat rantang itu sudah kosong.
"Aku lapar, Ayah. Makanya, aku makan semua makanan itu,'' jelas sang anak.
Sang ayah menjadi amat murka. Ia pun lupa dengan janjinya.
“Dasar, kau anak ikan! Aku bekerja banting tulang untuk menghidupimu, tapi begini balasanmu?!" bentak sang ayah.
Mendengar amarah ayahnya, sang anak merasa sedih. Ia pun berlari pulang ke rurnah dan menceritakan semuanya kepada ibunya. Ibunya turut bersedih.
Tiba-tiba, awan hitam memenuhi langit. Hujan deras disertai petir pun turun. Sungai di sekitar rumah meluap dan membanjiri rurnah itu, hingga menjadi sebuah danau.
Putri ikan mas bersama anaknya lenyap ditelan banjir. Sementara sang ayah hanya bisa menyesali perbuatannya. Akibat kemarahannya, ia kehilangan istri dan anaknya.
Kini, danau itu dikenal sebagai Danau Toba diambil dari nama anak dari Putri Ikan Mas.
Pesan moral dari legenda asal mula Danau Toba adalah janji adalah hutang. Kita tak boleh melanggar janji itu.

